Air Yang Melubangi Batu
Dikisahkan tentang seorang anak yang pergi menuntut
ilmu di sebuah madrasah. Dia dikenal sebagai murid yang rajin, namun juga
dikenal sebagai murid yang kurang cerdas. Bahkan sering lupa dengan
pelajaran-pelajaran yang telah di ajarkan oleh gurunya di madrasah. Hal ini
membuatnya patah semangat dan frustasi. Akhirnya ia pun memutuskan untuk
pulang meminta izin kepada gurunya dan meninggalkan madrasah.
Saat perjalanan pulang, dalam kegundahan hatinya meninggalkan madrasah, hujanpun turun sangat lebat, anak itu segera mencari tempat berteduh dan mendapati sebuah gua agar tidak kehujanan. Saat sedang berteduh di dalam gua, ia mendengar tetesan air yang terus menerus berbunyi secara perlahan. Penasaran, ia segera berjalan mencari sumber suara itu... Terkejutlah ia mendapati sebuah batu besar terkikis dan berlubang, hanya karena tetesan air yang terus menerus tanpa henti menimpanya. Ia pun merenung dan berpikir......
Setelah beberapa saat terdiam, ia lantas bergumam: Jika benda
sekeras batu saja bisa berlubang dengan tetesan air yang lembut dan
kecil, pikirannya tentu tak
sekeras batu tersebut, batu besar yang keras saja bisa terlubangi oleh tetesan
air yang jatuh terus menuerus, maka tak mungkin ilmu yang menerpa otaknya tak
akan membekas di pikiran jika diulang-ulang terus menurus. Sehingga Iapun
mengurungkan niatnya untuk menyerah dan kembali lagi ke madrasahnya.
Sejak saat
itu, anak yang dikenal giat namun bodoh, berubah menjadi murid yang paling
cerdas hingga melampaui teman-temannya. Pada akhirnya beliau tumbuh menjadi
ulama dan memiliki banyak karangan kitab terkenal, ia bernama Ibnu Hajar al-'Asqalani dengan nama lengkap
Syihabuddin Abul Fadhl Ahmad bin Ali bin Muhammad al-Asqalani.
Kisah ulamat ini
mengajarkan kita bahwa seberapa sulitpun ilmu
yang sedang kita pelajari, jangan pernah mudah menyerah. Seperti tetesan
air yang terus-menerus dapat melubangi batu yang keras, belajar dengan
tekun dan konsisten juga akan memberikan hasil. Jangan mengatakan “Aku
bodoh” hanya karena belum memahami suatu pelajaran. Katakanlah, “Aku
belum bisa, tetapi aku akan terus belajar sampai bisa.” Karena terkadang,
yang membedakan orang yang berhasil dengan orang yang menyerah bukanlah
kecerdasannya, melainkan kesabaran, ketekunan, dan kemauannya untuk terus
mencoba...

kalau gak bisa coba lagi, coba lagi.
ReplyDeleteyakin bisa pasti bisa harus bisa
Something like familiar judul 🙂
ReplyDelete